BAHASA INDONESIA
Tugas Merensensi Buku ‘Ma Yan’
Finie Amma Suandiny Hasri
Dan
Dessy Ratna Sari
Resensi Novel Ma Yan
IDENTITAS BUKU
Judul : Ma Yan
Pengarang : Sanie B. Kuncoro
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2011
Tebal
Buku : 226 Halaman
SINOPSIS
Bulan
Mei 2001 : Pierre Haski, seorang wartawan Prancis yang bergabung dalam sebuah
tim ekspedisi kecil tiba di Zhanjiashu,sebuah dusun kecil berjarak ribuan
kilometer dari Beijing. Di kampung ini Pierre dan rombongan dipaksa oleh
seseorang ibu untuk singgah ke rumahnya yang sangat sederhana. Di sana, ibu
tersebut memberikan selembar surat dan sebuah buku kecil bersampul coklat.
Surat dan buku yang ternyata adalah sebuah diary itu yang ditulis dengan pensil
oleh seorang bocah perempuan berusia tiga belas tahun yang bernama Ma Yan.
Isinya ditulis dalam tulisan Cina,berupa curahan isi hati gadis tentang
keinginannya untuk terus bersekolah. Namun,lantaran kemiskinan orang tuanya,Ma
yan harus rela mengubur cita citanya itu. Surat yang ditulis di selembar kertas
bekas pembungkus kacang itu,telah menyentuh hati Pierre dan kawan-kawan.
Maka,setelah melalui penyuntingan serta ditambah wawancara dengan Ma
yan,catatan harian tersebut setahun kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku
berjudul The Diary Of Ma Yan.
Gadis
ini lahir dari pasangan suami istri miskin di China. Sangat miskin,bayangkan
saja dengan penghasilan 120 Yuan per tahun (setara dengan lima belas dollar AS
atau sama mereka. Jangan kan untuk sekolah untuk makanpun susah. Tak jarang Ma
yan sekeluarga harus berpuasa menahan lapar lantaran tak ada uang untuk membeli
makanan. Pernah suatu ketika Ma Yan mengidamkan sebatang pulpen yang dilihatnya
di pasar. Harga pena itu hanya dua Yuan,tetapi bagi Ma Yan dua Yuan adalah
jumlah uang yang besar karna dua Yuan sama dengan uang sakunya dua minggu. Demi
memilih idamanya itu , Ma yan rela berhemat dan menahan lapar selama
berhari-hari. Ibu dan ayah Ma Yan memeras keringat demi pendidikan anak mereka.
Ibu Ma yan rela menjadi buruh pemanen
Fa-cai meski upah yang diterima tak memadai ,tapi apa boleh buat hanya
itulah pekerjaan yang tersisa bagi perenpuan buta huruf seperti ibu Ma Yan.
RESENSI
Kisah
tadi adalah kisah nyata yang ditulis ulang oleh Sanie B. Kuncoro. Buku aslinya
setebal 372 halaman , di tangan Sanie buku ini diringkas menjadi 214 halaman.
Buku ini aslinya diterbitkan Q-Press dengan judul buku The Diary Of Ma Yan.
Tentulah buku aslinya menyajikan cerita lebih detail karna memuat secara
lengkap catatan harian Ma Yan. Tapi apabila anda ingin menikmati kisah Ma Yan
dengan alur seperti novel maka tulidan Sanie yang cocok untuk anda.
Susan
Ismiati,begitulah nama aslinya. Ia adalah alumnus Fisip Universitas Diponogoro
semarang pada 1987. Mulai aktif menulis fiksi sejak 1981 dan telah memenangi
sejumlah lomba. Ia mengaku bahwa Ma Yan merupakan novel pertamanya dan menjadi
awal menulis novel.
Kalau
kita perhatikan novel ini mengangat cerita tentang perjuangan dan mimpi gadis
kecil miskin di pedalaman China. Sarat semangat dan inspirasi buku ini
dipersembahkan kepada pejuang mimpi.
Bahasa
yang digunakan sangat baik karna banyak mengandung motivasi dan semangat
perjuangan dalam memperjuangkan pendidikan yang berada di pedalaman China.
Tetapi di awal cerita,penulis mengulas tentang peperangan dan keadaan suatu
daerah,yang mungkin bagi pembaca cukup tidak penting , karna biasanya pembaca
akan tertarik pada cerita intinya yaitu tentang Ma Yan.
Pewarnaan
pada sampul cukup menarik. Berwarnakan cream berpadu dengan merah dan bertuliskan
Ma Yan dengan tulisan yang timbul. Terdapat objek tokoh seorang gadis kecil
yang cantik jelita dengan pipi merah merona. Di ujung kanan bawah buku tertulis
Best Seller yang berarti buku ini laris di pasaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar